1. Kelompok yang menolak jarena status kehalalan vaksin.
nah, kelompok ini meyakini bahwa vaksin itu haram karena telah mengandung minyak babi dimana dalam hukum islam babi adalah hewan yang diharamkan untuk dikonsumsi. kelompok ini seharusnya menjadi perhatian khusus dengan cara edukasi karena argumen karena mereka tidak paham terkait pembuatan vaksin dengan babi yang mereka sebutkan. kelompok ini diedukasi bahwa sebenarnya unsur babi yang digunakan pada sebagain kecil vaksin. unsur babi dalam hal ini adalah enzim tripsin berperan sebagai katalisator yang memecah protein menjadi nutrisi kuman yang dikembangbiakan. kuman dimabil antigennya untuk jadi bahan pembentukan vaksin. namun setelah itu dilakukan purifikasi dan ultrafikasi dan pengenceran 1/67,5 milyar kali. sehingga pada akhir sudah "Tidak Terdapat Unsur Babi".
2. kelompok yang menolak konsep vaksin
kelompok ini mengangap vaksinasi merupakan konspirasi guna meraup untung dari masyarakat. ada juga yang menolak karena sikap ketidakpasrahan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
3. keamanan dan efektifitas vaksin
kelompok ini menolak karena takut adanya efek samping vaksin. perlu diedukais bahwa vaksin yang telah berada di pasaran adalahn aman karena telah melalui peneltian yang sangat panjang memperhatikan keamanan dan keakuratan.
Dikutip dari : https://m.detik.com/news/opini/d-3639525/pro-kontra-vaksinasi-kebobrokan-yang-mengkorbankan-anak

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusApakah vaksinasi selalu meninggalkan sebuah bekas atau scar?
BalasHapusterima kasih untuk pertanyaannya.. scar pada bekas suntikan vaksin pada umumnya ada.. tetapi jika diberikan pada dosis dan cara yang tepat oleh tenaga kesehatan, scar akan hampir tidak terlihat.
BalasHapusTerima kasih kak
BalasHapusKak kalau msalnya anak hbs vaksin trs badannya panas dan mengeluh nyeri di bagian yg hbs di vaksin/suntik bagaimana ya apa tdk apa2
BalasHapusDemam adalah respon imun yang timbul apabila anak telah usai di vaksin, demam juga merupakan reaksi alamiah yg terjadi jika bahan asing termasuk vaksin masuk ke dalam tubuh .
HapusTerimakasih untuk pertanyaanyaa ,saat di vaksinasi tubuh anak akan membentuk respon imun,dan saat inilah tubuh memberikan respon, seperti demam, gatal, dan nyeri pada bekas suntikan. Tubuh membentuk sistem kekebalan tubuh baru gabungan dari vaksin imunisasi yang dimasukkan ke dalam tubuh, sehingga menyebabkan suhu tubuh meningkat (demam).
BalasHapusNamun, tidak semua imunisasi memberikan respon demam, beberapa mungkin menyebabkan demam, seperti imunisasi campak dan DPT (dipteri, pertusis, dan tetanus). Selain itu, tidak semua anak juga mengalami respon demam ini, ada yang demam dan juga ada yang tidak, tiap anak menunjukkan respon setelah imunisasi yang berbeda-beda. Jadi tidak perlu khawatir jika anak mengalami demam saat vaksin. Untuk penangannannya kadang dokter meresepkan juga obat panas setelah vaksin, atau untuk bayi yang baru lahir dan mendapatkan vaksn,dapat diberikan ASI eksklusif dari ibu untuk meminimalisir efek demam tersebut
demam memang efek yang umum setelah vaksin , bila demam segera berikan obat demam untuk anak.. namum apabila demam lbh dr 3 hari lbh baik di bawa kedokter . dan untuk bekas suntikan yang nyeri atau bengkak disarankan untuk tidak memijatnya .. cukup d elus elus aja bekasnya .
BalasHapussebetulnya kapan waktu yang tepat untuk vaksin? dan harus dijeda berapa lama sebelum menerima vaksin berikutnya? Terima kasih
BalasHapusbantu jawab..
HapusJadi untuk pemberian vaksin sendiri sebenarnya waktunya sudah diatur oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan telah dibuatkan tabel juga kapan serta jeda waktu seseorang harus menerima vaksin tersebut.. Jumlah pemberian, waktu jeda, cara pemberian tiap vaksin tidaklah selalu sama karena masing-masing vaksin ada pertimbangannya sendiri.. Untuk jadwal lengkapnya mungkin bisa diakses ke : http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/jadwal-imunisasi-2017
bila ada yang kurang jelas bisa ditanyakan kembali, saya akan mencoba menjawab sebisa saya..
terima kasih kembali :)
Utk vaksinasi sbnarnya bisa buat usia s/d brp taun?? Apakah aman utk tubuh si anak? Dan manfaay nya apa saja buat tubuh si anak??
BalasHapusSampai berapa tahun tergantung jenis vaksin yang akan diberikan, ada vaksin yang dapat diberikan juga untuk orang dewasa... misalnya saja vaksin booster untuk difteri biasanya diberikan tiap 1 tahun kepada orang dewasa, selain itu juga ada vaksin influenza untuk orang dewasa (walaupun jarang diberikan di indonesia karena influenza sudah seperti makanan sehari-hari wkwkw) jadi semua kembali ke jenis vaksin yang diberikan..
HapusVaksin sudah di uji kelayakan dan keberhasilannya sebelum di sebarkan secara massal, jadi aman dan malah baik jika menggunakan vaksin sehingga tubuh anak mampu menghasilkan antibody sendiri untuk melawan penyakit tersebut dikemudian hari.. memang ada kalanya vaksin memberikan efek samping kepada anak, misalnya yang paling sering adalah demam, tapi biasanya itu adalah reaksi yang wajar tubuh yang wajar karena vaksin sendiri bisa dibilang benda asing oleh tubuh, jadi tidak perlu terlalu khawatir (khawatir bila gejala yang ditimbulkan makin hari makin meberat dan tidak hilang)
manfaatnya untuk anak dengan pemberian vaksin ini adalah tubuh anak sudah dapat menghasilkan antibody (zat untuk melawan bakteri dan virus).. sehingga dikemudian hari jika penyakit itu menyerang, anak sudah memiliki pertahanan pertama dalam tubuhnya.. ibaratnya membangun benteng sebelum perang :)
Wajib atau tidaknya sebenarnya tergantung berbagai jenis hal, misalnya saja ekonomi.. sebenarnya semua vaksin yang telah ditetapkan oleh IDAI itu bersifat wajib dan perlu diberikan, tapi meskipun wajib masih ada vaksin yang harus bayar(blm ditanggung pemerintah seutuhnya) sehingga kadang masyarakat memilih untuk mengkondisikan vaksin yang diperlukan saja padahal semua vaksin itu penting.. jadi menurut saya bila ada cukup dana, apa salahnya menginvestasi kannya sedikit ke kesehatan (pencegahan lebih baik dari mengobati :)
BalasHapusKl bgtu penting skli vaksin utk anak ya? Mlihat fungsinya byk skali
BalasHapusMenurut saya sangat penting untuk membantu mencegah penyakit kedepannya.. Sebenarnya pemerintah juga sudah sangat peduli dalam bidang kesehatan dilihat dari sudah diwajibkan dan digratiskan program vaksin ini (walaupun blm semua gratis mengingat biaya yang harus dikeluarkan bila ditanggung seluruhnya oleh karena itu biasanya yang digratiskan yang dianggap sangat perlu dan sering penyakitnya)..
HapusBenar, menurut saya semua vaksin itu sangat penting namun tidak semua vaksin di wajibkan, mengingat negara kita merupakan negara endemis untuk beberapa jenis penyakit. Vaksin merupakan salah satu pencegahan yang menurut saya sangat efektif untuk saat ini.
HapusBenar, jika dipertanyakan apakah semua jenis vaksin wajib diberikan? Sebenarnya wajib, karena vaksin dibutuhkan oleh tiap tubuh manusia. Namun mengingat biaya vaksin sendiri tidak murah, dan belum seluruh vaksin ditanggung oleh pemerintah, hal tersebut masih menjadi perbincangan. Tetapi vaksin sendiri memang perlu dan penting diberikan pada anak, mengingat vaksin merupakan langkah awal untuk mencegah anak dari bahaya penyakit, karena dengan diberikannya vaksin, tubuh anak dapat melawan penyakit dengan lebih baik
BalasHapusPada dasarnya setiap vaksin memang wajib untuk diberikan mengingat fungsi dari vaksin sendiri memberikan banyak efek positif dimana salah satunya adalah meningkatkan kekebalan atau antibodi dari tubuh manusia. Akan tetapi memang benar bahwa vaksin sendiri membutuhkan biaya yang tidak murah, dan masih hanya beberapa jenis vaksin yang biayanya ditanggung oleh pemerintah. Oleh sebab itu memang terdapat banyak pertimbangan bila ditanyakan apakah vaksin itu wajib diberikan atau tidak, salah satunya dari segi ekonomi. Akan tetapi, tetap sebenarnya vaksin itu perlu dan penting diberikan pada anak.
BalasHapusPada zaman ini , banyak vaksin palsu yg beredar , apa saja hal yg perlu di perhatian agar terhindar dr peredaran vaksin palsu? Terimakasih
BalasHapusTerimakasih sebelumnya untuk pertanyaanya , memang pada zaman ini banyak kasus beredarnya vaksin palsu. vaksin adalah bahan kimia yang tidak bisa dilihat secara kasat mata keasliannya. Dengan kata lain, harus dilakukan tes laboratorium terlebih dahulu untuk mengetahui palsu atau tidaknya suatu vaksin. Namun
Hapusada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mengurangi risiko mendapatkan vaksin palsu yaitu :
1.sebisa mungkin melakukan vaksin di rumah sakit besar atau rumah sakit kepemerintahan yang sudah terpercaya
2.konfirmasikan keaslian vaksin kepada dokter dahulu sebelum menerima vaksin
3.tanyakan masa kadaluarsa vaksin yang akan di pakai
4. Setelah melakukan vaksin sebaiknya kemasan di hancurkan agar menghindari pemakaian ulang kemasan
Apakah ilmuwan sudah angkat tangan soal virus, karena virus tak dapat dibunuh dan hanya bisa dilemahkan? Lalu kalau memang anda bisa dibunuh kenapa tidak ada obat?
BalasHapusApakah virus yang telah dilemahkan dan dimasukan itu virus dapat berkembang menjadi yg lebih ganas? Misal HIV
Jikalau memang ada konspirasi, jika vaksin sudah berhasil diberikan di seluruh dunia. Apa yg akan anda lakukan? Apakah anda juga akan berpro kontra seperti saat ini?
BalasHapusApakah bisa vaksin jadi satu-satunya solusi seandainya yang diperbaiki itu dari lingkungan terlebih dahulu..??
BalasHapusTerimakasih atas pertanyaannya. Menurut saya hal tersebut mungkin dapat terjadi. Perilaku manusia merupakan proses hasil belajar yang di dapat dari pengalaman dan lingkungan. Jadi apabila lingkungan mendukung dan pro terhadap pemberian vaksinasi, maka hal tersebut dapat memungkinkan membuat individu lain untuk mendukung adanya vaksinasi karena individu tersebut telah mempelajari situasi yang terjadi di sekitarnya. Sehingga, masyarakat dapat membuat pergerakan bersama untuk menerima adanya pemberian vaksinasi dan vaksinasi dapat menjadi solusi untuk mencegah penyakit ke depannya.
HapusMau dapat bitcoin tambahan ?yuk gabung di https://btcprominer.life/1163979 buruan sebelum banyak yg pakai.
BalasHapus